/www/wwwroot/digilibwacasman1asjap.com/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 90" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%%" ]
Perjalanan hidup manusia tak ubahnya sajian menu yang datang satu demi satu dalam sebuah perjamuan besar. Sayangnya, di sini, kita tidak memiliki pilihan selain mengaminkan setiap hidangan yang disodorkan pramusaji karena, di dunia ini, kita hanyalah seorang tamu undangan. Bagi seorang tamu undangan, merupakan sebuah ketidaksopanan bila ia menolak suguhan yang diberikan oleh Sang Tuan Rumah, ya…
Tuhan ada di perut mereka yang kelaparan. Tuhan ada dalam air mata anak-anak yatim. Tuhan ada pada manusia yang mampu memanusiakan manusia lain. Itulah yang menjadi alasan Haikal sangat mencintai anak-anak yatim dan senantiasa berusaha membantu orang miskin. Saking cintanya Haikal pada orang miskin dan anak yatim, dia bisa melakukan apa saja. Maka, tidak heran jika sebagian orang menganggap …
Rumah indekos bertingkat yang tepat berada di ujung gang itu kini tak lagi mendatangkan rasa nyaman bagi para penghuninya.
uku Survival Nihongo: Percakapan Bahasa Jepang Sehari-hari ini dirancang secara praktis untuk yang ingin belajar Bahasa Jepang secara mandiri. Selain itu, buku ini akan menjadi pegangan terbaik bagi orang Indonesia yang ingin belajar percakapan Bahasa Jepang sehari-hari dan yang ingin mendapatkan gambaran percakapan yang mungkin terjadi saat berkunjung atau tinggal di Jepang. Buku Survival N…
Di era yang serba cepat ini, kita mudah sekali merasa tertinggal oleh pencapaian orang lain. Padahal, setiap orang memulai dari titik yang berbeda. Buku ini mengajakmu memahami bahwa privilege itu nyata dan kita semua memilikinya, meski kadarnya tak sama. Bukan untuk mencari alasan, tapi untuk menyadari kekuatanmu sendiri dan menggunakannya sebaik mungkin. Karena harapan tak pernah dimonopol…
Buku ini ditulis untuk kita yang tengah terjerembab dalam kubangan dosa dan maksiat, hingga merasa tak mungkin bisa untuk beranjak lagi dan membersihkan diri. Buku ini disusun untuk kita yang begitu jauh sudah melangkah dalam sesat, hingga merasa begitu takut dan kehilangan arah untuk kembali. Buku ini hadir untuk kita yang merasakan kegelisahan, ketakutan, serta keraguan di dalam hati ya…
Buku yang berada dalam genggamanmu ini merupakan ungkapan suara seorang perempuan dari akar rumput. Perempuan biasa yang sadar akan dirinya sebagai hamba Tuhan yang setara dan bermitra dengan laki-laki. Jika patriarki adalah budaya, maka masih ada kemungkinan bagi kesetaraan untuk juga menjadi budaya, ketika kelak akhirnya tercipta harmoni, di mana semua orang hanya sibuk saling mengisi dan men…
Luka belum pula kering setelah kematian Sang Ayah, kini Nadira harus merelakan kepergian ibunya. Segera, hari-harinya terasa sepi, namun ia harus bertahan. Ia harus merawat kakak satu-satunya yang memiliki kebutuhan khusus. Kemalangan demi kemalangan itu tak membuatnya berpangku tangan. Nadira tak sekalipun mengemin belas kasih orang lain, apalagi menyesali takdir hidupnya. Akan tetapi, jalan t…
“Terkadang kita perlu pergi jauh, guna menciptakan rindu, lalu memaknai rumah sebagai tempat ternyaman untuk pulang.” — Syahril Amaliah S. Mereka memulai petualangan itu dari Pelabuhan kota Makassar. Sembilan pengelana didasari alasan yang berbeda-beda, melakukan perjalanan panjang dari Makassar ke Rinjani. Anehnya, salah seorang dari mereka justru beralasan untuk pergi karena sangat …
Self Healing with Zikrul Maut: Terapi Pengobatan Jiwa dengan Mengingat Mati Meski kita tahu bahwa kematian akan terjadi, dan pasti akan datang, pada kenyataannya, kita sering melalaikannya. Kita merasa bahwa kematian tidak akan datang, atau mungkin menganggap waktu kita masih lama di dunia ini. Padahal, sebagaimana yang disenandungkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, “Banyak orang yang sakit …