Risa Saraswati - Nama Orang;
MAMAT UJANG : Jurnal Risa
PT. Bukune Kreatif Cipta · 2020
Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
978-602-220-378-0
Penerbit
PT. Bukune Kreatif Cipta
Tahun Terbit
2020
Halaman
182 hlm.; 20 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
899.22
Edisi
Cetakan 1
No. Panggil
899.22 RIS m
Subjek
Sinopsis
Mamat—tak usah disebut modol-nya—sudah lama aku kenal.
Hanya saja karena Peter CS takut, aku jadi jarang memanggilnya.
Mau tak mau, jika mereka tak suka, aku pun tak suka. Sedangkan Ujang, aku tak begitu kenal karena dia baru muncul belakangan ini saja. Seringnya kuanggap dia caper. Kupikir kalian juga tak akan tertarik pada dua sosok ini, nyatanya aku salah.
Aku baru sadar bahwa ada yang berbeda dari dua hantu laki-laki itu. Keduanya merupakan jiwa periang yang membuat keadaan di sekitar menjadi hangat. Lokasi syuting yang menegangkan dapat dibuat cair oleh Mamat dan Ujang. Penampilan keduanya bisa dibilang cukup menyeramkan, tapi polah tingkah mereka sangat berbeda dibanding sosok-sosok lain yang pernah aku ceritakan.
Saat kuberi tahu tentang rencana menuliskan Mamat-Ujang, berbagai respons muncul dari kalian yang bersemangat ingin lebih jauh mengenal mereka. Gila pikirku, zaman sekarang hantu benar-benar tak ada harga dirinya sampai-sampai banyak manusia yang tak lagi takut kepada mereka. Lalu aku kembali berpikir, Bukankah itu tujuanku?
Membuat kalian tak lagi takut pada hantu?
Selamat datang kembali di Jurnal Risa,
kali ini bersama Mamat dan Ujang.
Hanya saja karena Peter CS takut, aku jadi jarang memanggilnya.
Mau tak mau, jika mereka tak suka, aku pun tak suka. Sedangkan Ujang, aku tak begitu kenal karena dia baru muncul belakangan ini saja. Seringnya kuanggap dia caper. Kupikir kalian juga tak akan tertarik pada dua sosok ini, nyatanya aku salah.
Aku baru sadar bahwa ada yang berbeda dari dua hantu laki-laki itu. Keduanya merupakan jiwa periang yang membuat keadaan di sekitar menjadi hangat. Lokasi syuting yang menegangkan dapat dibuat cair oleh Mamat dan Ujang. Penampilan keduanya bisa dibilang cukup menyeramkan, tapi polah tingkah mereka sangat berbeda dibanding sosok-sosok lain yang pernah aku ceritakan.
Saat kuberi tahu tentang rencana menuliskan Mamat-Ujang, berbagai respons muncul dari kalian yang bersemangat ingin lebih jauh mengenal mereka. Gila pikirku, zaman sekarang hantu benar-benar tak ada harga dirinya sampai-sampai banyak manusia yang tak lagi takut kepada mereka. Lalu aku kembali berpikir, Bukankah itu tujuanku?
Membuat kalian tak lagi takut pada hantu?
Selamat datang kembali di Jurnal Risa,
kali ini bersama Mamat dan Ujang.
Ketersediaan
#
My Library
899.22 RIS m
text2200294
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.