Iwan Yusi - Nama Orang;
Luksado
CV. Sahala Adidayatama · 2010
Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9792440070
Penerbit
CV. Sahala Adidayatama
Tahun Terbit
2010
Halaman
74 Hlmn.; 14.5 x 21 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
813
No. Panggil
813 IWA l
Subjek
Sinopsis
Suatu hari sewaktu ketika Aku dan keluarga berlibur ke rumah Kakek.
Kata Ayah, Kakekku sudah lama meninggal, tepatnya ketika Aku masih bayi.
Namun, sebenarnya Aku masih punya satu Kakek lagi, yaitu Adik dari Kakekku yang sudah meninggal itu.
Sesuai janji Ayah, bila Aku lulus dari sekolah dasar, Ayah akan mengajakku berlibur ke desa Kakek.
Aku sangat senang karena ayah menepati janjinya hari ini.
Kami pergi bertiga, yaitu Ayah, Ibu, dan Aku.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari dua jam, mobil kami memasuki desa tempat tinggal kakek. Malam terus beranjak dan udara terasa mendingin.
Dalam remang biasan sorot lampu, ku lihat Ibuku yang sejak tadi duduk tenang di bangku belakang.
"Sebentar lagi kita akan tiba di rumah Kakekmu, Din!" ujar Ayah seraya menoleh kepadaku.
Aku tersenyum tenang.
"Kakekmu pasti sangat senang menyambut kedatangan kita," sahut Ibuku pula.
Mobil kami terus bergerak perlahan di atas jalan sempit, di antara pohon-pohon yang berjejer rimbun di kiri dan kanan jalan.
Suasana gelap dan sepi, hanya sorot lampu mobil kami satu-satunya sumber cahaya.
Di jalanan tak seorang pun terlihat berlalu lalang.
Mungkin mereka semua sudah tertidur atau beristirahat setelah seharian bekerja di sawah atau di ladang.
Tak terasa, setelah melewati beberapa rumah penduduk dan melintasi beberapa tikungan kecil inilah rumah Kakekmu, Din!.
kamu pasti merasa senang dan betah berlibur di sini seraya ayah berkata kepadaku sambil mengatur posisi mobil yang sedikit sulit karena ada dua buah pohon manggis tepat di tengah pekarangan.
Kata Ayah, Kakekku sudah lama meninggal, tepatnya ketika Aku masih bayi.
Namun, sebenarnya Aku masih punya satu Kakek lagi, yaitu Adik dari Kakekku yang sudah meninggal itu.
Sesuai janji Ayah, bila Aku lulus dari sekolah dasar, Ayah akan mengajakku berlibur ke desa Kakek.
Aku sangat senang karena ayah menepati janjinya hari ini.
Kami pergi bertiga, yaitu Ayah, Ibu, dan Aku.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari dua jam, mobil kami memasuki desa tempat tinggal kakek. Malam terus beranjak dan udara terasa mendingin.
Dalam remang biasan sorot lampu, ku lihat Ibuku yang sejak tadi duduk tenang di bangku belakang.
"Sebentar lagi kita akan tiba di rumah Kakekmu, Din!" ujar Ayah seraya menoleh kepadaku.
Aku tersenyum tenang.
"Kakekmu pasti sangat senang menyambut kedatangan kita," sahut Ibuku pula.
Mobil kami terus bergerak perlahan di atas jalan sempit, di antara pohon-pohon yang berjejer rimbun di kiri dan kanan jalan.
Suasana gelap dan sepi, hanya sorot lampu mobil kami satu-satunya sumber cahaya.
Di jalanan tak seorang pun terlihat berlalu lalang.
Mungkin mereka semua sudah tertidur atau beristirahat setelah seharian bekerja di sawah atau di ladang.
Tak terasa, setelah melewati beberapa rumah penduduk dan melintasi beberapa tikungan kecil inilah rumah Kakekmu, Din!.
kamu pasti merasa senang dan betah berlibur di sini seraya ayah berkata kepadaku sambil mengatur posisi mobil yang sedikit sulit karena ada dua buah pohon manggis tepat di tengah pekarangan.
Ketersediaan
#
My Library
813 IWA l
text2201560
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.