Adhisti Maliqa - Nama Orang; Fariza YM - Nama Orang;
MBAH HAMID PASURUAN : K.H . ABDUL HAMID
GarasI House of Book · 2022
Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9786237219781
Penerbit
GarasI House of Book
Tahun Terbit
2022
Halaman
vi+126 Hlm.; 13.5 x 20 Cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
297.8
Edisi
Cet. 1
No. Panggil
297.8 ADH m
Subjek
Sinopsis
"Kembang jagung dipetik Cino, barangwis kadung ya dibenakno."
(Kembang jagung dipetik Cina, sesuatu yang sudah telanjur ya harus diperbaiki.)
-K.H. Abdul Hamid
Ulama dari Indonesia banyak yang merupakan ulama kaliber dunia yang diakui reputasinya secara internasional. Mereka tidak jarang bukanlah ulam yang terkenal dan terekspos media. Salah satunya adalah KH Abdul Hamid, Pasuruan, Jawa Timur, seorang alim dan diyakini sebagai salah satu waliullah.
Salah satu kisah yang masyhur tentang kewalian beliau adalah saat K.H. Mashudi Blitar sedang melaksanakan ibadah haji pada 1980-an. Saat K.H. Mashudi melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram, beliau bersebelahan dengan Syekh Hasan dari Baghdad, Irak. Saat beliau mengenalkan dirinya berasal dari Jawa Timur, Syekh Hasan bertanya, "Apakah Anda mengenal K.H. Abdul Hamid Pasuruan?" K.H. Mashudi agak kaget dan justru bertanya kepada Syekh Hasan, "Beliau itu guru kami yang masyhur kealimannya. Dari mana Anda mengenal Kiai Hamid?" Syekh Hasan mengaku bahwa ia kenal baik dengan K.H. Abdul Hamid karena sang kiai selalu hadir pada acara haul Syekh Abdul Qadir Jaelani di Baghdad dan selalu bermalam di rumahnya setiap tahun. Syekh Hasan mengakhiri percakapannya dengan menitipkan salam kepada K.H. Abdul Hamid.
Karena amanah titipan salam Syekh Hasan, K.H. Mashudi menemui K.H. Abdul Hamid. Namun, baru sampai di depan rumah, K.H. Abdul Hamid langsung mempersilakan beliau masuk. K.H. Abdul Hamid segera menyapa dengan berbisik ke telinga K.H. Mashudi, "Nak Mashudi, jangan cerita kepada siapa pun ya kalau njenengan bertemu dengan Syekh Hasan. Salam sudah saya terima."
(Kembang jagung dipetik Cina, sesuatu yang sudah telanjur ya harus diperbaiki.)
-K.H. Abdul Hamid
Ulama dari Indonesia banyak yang merupakan ulama kaliber dunia yang diakui reputasinya secara internasional. Mereka tidak jarang bukanlah ulam yang terkenal dan terekspos media. Salah satunya adalah KH Abdul Hamid, Pasuruan, Jawa Timur, seorang alim dan diyakini sebagai salah satu waliullah.
Salah satu kisah yang masyhur tentang kewalian beliau adalah saat K.H. Mashudi Blitar sedang melaksanakan ibadah haji pada 1980-an. Saat K.H. Mashudi melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram, beliau bersebelahan dengan Syekh Hasan dari Baghdad, Irak. Saat beliau mengenalkan dirinya berasal dari Jawa Timur, Syekh Hasan bertanya, "Apakah Anda mengenal K.H. Abdul Hamid Pasuruan?" K.H. Mashudi agak kaget dan justru bertanya kepada Syekh Hasan, "Beliau itu guru kami yang masyhur kealimannya. Dari mana Anda mengenal Kiai Hamid?" Syekh Hasan mengaku bahwa ia kenal baik dengan K.H. Abdul Hamid karena sang kiai selalu hadir pada acara haul Syekh Abdul Qadir Jaelani di Baghdad dan selalu bermalam di rumahnya setiap tahun. Syekh Hasan mengakhiri percakapannya dengan menitipkan salam kepada K.H. Abdul Hamid.
Karena amanah titipan salam Syekh Hasan, K.H. Mashudi menemui K.H. Abdul Hamid. Namun, baru sampai di depan rumah, K.H. Abdul Hamid langsung mempersilakan beliau masuk. K.H. Abdul Hamid segera menyapa dengan berbisik ke telinga K.H. Mashudi, "Nak Mashudi, jangan cerita kepada siapa pun ya kalau njenengan bertemu dengan Syekh Hasan. Salam sudah saya terima."
Ketersediaan
#
My Library
297.8 ADH m
referensi0013523
Tersedia
#
My Library
297.8 ADH m
referensi0013623
Tersedia
#
My Library
297.8 ADH m
referensi0013723
Tersedia
#
My Library
297.8 ADH m
referensi0013823
Tersedia
#
My Library
297.8 ADH m
referensi0013923
Tersedia
#
My Library
297.8 ADH m
referensi0014023
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.