Tamara Biliski - Nama Orang;
Alan
Cahaya Duabelas Semesta · 2021
Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9786233100397
Penerbit
Cahaya Duabelas Semesta
Tahun Terbit
2021
Halaman
264 hlm.; 13 x 19 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
899.22
Edisi
Cetakan ke-1
No. Panggil
899.22 TAM a
Subjek
Sinopsis
"ALAN GUE SUKA SAMA LO! VALID NO DEBAT!"
Gadis yang rambutnya dikuncir kuda itu dengan percaya diri berdiri di atas podium. Mengedarkan padangannya ke seluruh siswa dan siswi Cakrawala yang sedang berbaris di lapangan untuk persiapan mengikuti upacara bendera hari Senin. Sampai pandangan Meisya berhenti di satu cowok yang menatap datar ke arahnya.
Meisya tersenyum lebar. Tidak peduli jika sekarang semua orang menatap aneh ke arahnya atau merasa jijik dengan tingkah Meisya. Yang terpenting, rencana pertamanya berhasil. Meski tidak terbalas. Senyum Meisya terus mengembang. Sebelum akhirnya Meisya diusir oleh Pak Surya.
"Heh! Kamu ngapain di sini? Mau jadi pembina upacara?"
Gadis itu malah nyengir tak berdosa. "Bukan pembina upacara, Pak. Tapi pembina hatinya Alan hehe..."
Pak Surya geleng-geleng heran melihat tingkah murid barunya ini. "Sudah-sudah! Sana baris di barisan kelas kamu!"
"Siap Pak Jago!"
Tanpa menunggu perintah Pak Surya untuk kedua kali, Meisya segera berlari ke barisan kelasnya. Tapi sebelum itu, Meisya sempat mengerlingkan satu mata ke arah Alan. Cowok yang berdiri di barisan paling depan sebelah barisan kelas Meisya itu tampak tidak peduli sama sekali.
"Sya, lo gila ya?" Sarah menatap sahabatnya heran. "Lo ngga malu apa dilihat satu sekolah, nyatain perasaan kaya gitu? Ntar lagi pasti nama lo bakal viral di Cakrawala."
"Aduh Sarah gue itu emang gila. Tergila-gila sama Alan," cengir Meisya menunjukkan deretan gigi putihnya. "Lagian ya Sar, kalo emang bener setelah ini nama gue bakal menyebar ke seantero Cakrawala. Itu bagus dong."
Gadis yang rambutnya dikuncir kuda itu dengan percaya diri berdiri di atas podium. Mengedarkan padangannya ke seluruh siswa dan siswi Cakrawala yang sedang berbaris di lapangan untuk persiapan mengikuti upacara bendera hari Senin. Sampai pandangan Meisya berhenti di satu cowok yang menatap datar ke arahnya.
Meisya tersenyum lebar. Tidak peduli jika sekarang semua orang menatap aneh ke arahnya atau merasa jijik dengan tingkah Meisya. Yang terpenting, rencana pertamanya berhasil. Meski tidak terbalas. Senyum Meisya terus mengembang. Sebelum akhirnya Meisya diusir oleh Pak Surya.
"Heh! Kamu ngapain di sini? Mau jadi pembina upacara?"
Gadis itu malah nyengir tak berdosa. "Bukan pembina upacara, Pak. Tapi pembina hatinya Alan hehe..."
Pak Surya geleng-geleng heran melihat tingkah murid barunya ini. "Sudah-sudah! Sana baris di barisan kelas kamu!"
"Siap Pak Jago!"
Tanpa menunggu perintah Pak Surya untuk kedua kali, Meisya segera berlari ke barisan kelasnya. Tapi sebelum itu, Meisya sempat mengerlingkan satu mata ke arah Alan. Cowok yang berdiri di barisan paling depan sebelah barisan kelas Meisya itu tampak tidak peduli sama sekali.
"Sya, lo gila ya?" Sarah menatap sahabatnya heran. "Lo ngga malu apa dilihat satu sekolah, nyatain perasaan kaya gitu? Ntar lagi pasti nama lo bakal viral di Cakrawala."
"Aduh Sarah gue itu emang gila. Tergila-gila sama Alan," cengir Meisya menunjukkan deretan gigi putihnya. "Lagian ya Sar, kalo emang bener setelah ini nama gue bakal menyebar ke seantero Cakrawala. Itu bagus dong."
Ketersediaan
#
My Library
899.22 TAM a
text2400050
Tersedia
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.