Jung, Hankyung - Nama Orang; Dina - Nama Orang; Siti Muthia Hasna - Nama Orang;
Untukmu yang Paling Berharga
Elex Media Komputindo · 2024
Informasi Detail Buku
ISBN/ISSN
9786230055867
Penerbit
Elex Media Komputindo
Tahun Terbit
2024
Halaman
314 hlm.; 12,5 x 18,5 cm
Bahasa
Indonesia
Klasifikasi
155.22
Edisi
Cetakan ke-1
No. Panggil
155.22 HAN u
Subjek
Sinopsis
Terkadang, kita terlalu fokus mengambil keputusan dalam hidup dan sering kali lupa bahwa semua momen yang terlihat biasa saja sebenarnya merupakan keajaiban. Kita tidak dapat melihat dengan jelas keajaiban dan keindahan saat ini karena sedang berada di dalam momen indah itu. Sepanjang hari ini pun, kita sudah hidup dalam pandangan orang lain. Benar-benar hari yang melelahkan. Oleh karena itu, setidaknya saat ini, kita harus hidup dalam pandangan kita sendiri. Untuk diriku dan dirimu yang paling hebat, terima kasih telah bertahan lagi hari ini.
Cinta bukanlah saling bertatapan, melainkan melihat ke arah yang sama. Kita yang kini tidak dapat berjalan bersama lagi, bisa melihat ke satu arah yang sama. Bintang di langit malam terlihat begitu samar karena ada hati yang sangat berharap agar kau dan aku melihat ke arah yang sama.
Anak laki-laki menyukai jendela yang tertutup, tetapi anak perempuan menyukai berbagai hal remeh yang menyelinap dari celah jendela yang terbuka. Anak laki-laki tidak dapat memahami anak perempuan yang menyukai itu. Anak laki-laki yang pendiam dan tenang itu tidak suka jika suara bising ataupun debu masuk. Anak perempuan itu juga tidak dapat memahami anak laki-laki. Ia tidak memahami anak laki-laki yang hidup tertutup dan memblokir semua keindahan dunia. Keduanya tidak akan bisa dekat kalau tetap keras kepala. Sebenarnya, tidak perlu ketetapan hati yang kuat untuk memahami.
Cinta bukanlah saling bertatapan, melainkan melihat ke arah yang sama. Kita yang kini tidak dapat berjalan bersama lagi, bisa melihat ke satu arah yang sama. Bintang di langit malam terlihat begitu samar karena ada hati yang sangat berharap agar kau dan aku melihat ke arah yang sama.
Anak laki-laki menyukai jendela yang tertutup, tetapi anak perempuan menyukai berbagai hal remeh yang menyelinap dari celah jendela yang terbuka. Anak laki-laki tidak dapat memahami anak perempuan yang menyukai itu. Anak laki-laki yang pendiam dan tenang itu tidak suka jika suara bising ataupun debu masuk. Anak perempuan itu juga tidak dapat memahami anak laki-laki. Ia tidak memahami anak laki-laki yang hidup tertutup dan memblokir semua keindahan dunia. Keduanya tidak akan bisa dekat kalau tetap keras kepala. Sebenarnya, tidak perlu ketetapan hati yang kuat untuk memahami.
Ketersediaan
#
My Library
155.22 HAN u
text25053
Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada 2026-02-16)
Rekomendasi Buku Lainnya
0 BukuTidak ada rekomendasi buku yang ditemukan.